JawaPos.com – Tanpa terasa, setahun sudah Indosat Ooredoo dan Hutchison, 3 (Tri) kala itu, melakukan proses merger. Penggabungan dua operator seluler (opsel) ini resmi mengubah nama keduanya menjadi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan, 365 hari yang telah dilalui ini tidak mudah. Meski begitu, hal ini dikatakan merupakan awal yang baik bagi IOH yang pascamerger membuat opsel ini jadi kedua terbesar di Indonesia.

“Ini merupakan awal yang baik bagi perjalanan IOH ke depan, dan kami akan terus berfokus untuk menghadirkan pengalaman yang mengesankan bagi pelanggan,” ujar Vikram di Jakarta, Rabu (4/1).

Setahun merger, IOH ternyata belum merampungkan proses integrasi jaringan. Integrasi jaringan sendiri menjadi salah satu hal agenda besar yang harus dilakukan perusahaan telekomunikasi ini pascamerger. Tujuan dari integrasi jaringan sendiri adalah untuk membuat keduanya jadi lebih kuat.

Director & Chief Regulatory Officer PT Indosat Ooredoo Hutchison M. Danny Buldansyah, dalam kesempatan yang sama menjelaskan, saat ini integrasi jaringan Indosat Ooredoo dan Tri hampir selesai. Danny menyebut, target 100 persen selesainya integrasi jaringan dari dua operator bakal dicapai pada akhir kuartal I 2023.

“Ada percepatan (capaian) dari awal merger. Ketika awal merger, integrasi jaringan ditargetkan selesai 9 kuartal setelah merger. Tetapi setelah dilakukan integrasi, ternyata bisa diselesaikan pada kuartal I 2023,” ungkapnya.

Danny juga menjelaskan integrasi jaringan IM3 dan Tri dimaksudkan agar memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan kedua produk. Dengan integrasi, pertama coverage-nya diyakini akan makin besar.

“Kemudian, tentunya kualitas jaringan lebih baik karena penetrasi (jaringan) in building jadi lebih baik dan speed juga lebih cepat,” tandas Danny.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *