TrikInternet.NET – Selain dikenal sebagai produsen perangkat elektronik rumah tangga, smartphone, tablet dan wearable lainnya, samsung juga terkenal karena kepiawaiannya dalam membuat chip komputer. Ya, samsung punya kemampuan tersebut dan cukup dipercaya banyak perusahaan lainnya untuk urusan semiconductor.

Karena permintaannya yang tinggi, samsung memperkuat jaringan pemasok internasionalnya dan mencoba memperluas operasi manufakturnya di lebih banyak negara. Menurut media Vietnam Lao Dong, petinggi samsung Roh Tae-Moon dikabarkan telah bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chin, awal pekan ini untuk mempersiapkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Menurut laporan, samsung Electronics sedang bersiap untuk membuka pusat riset dan pengembangan baru di Hanoi pada kuartal keempat 2022 atau paling lambat awal 2023. Kemudian, merek asal Korea Selatan (Korsel) tersebut berencana untuk memproduksi chip di Vietnam mulai pertengahan 2023 dan memperluas produksi komponennya di Vietnam.

“Grup (samsung) sedang mempersiapkan kondisi untuk produksi percobaan produk jaringan chip semiconductor. Mereka akan diproduksi secara massal di pabrik Thai Nguyen samsung Electro-Mechanics Vietnam pada Juli 2023. Diharapkan untuk membuka pusat penelitian dan pengembangan di Hanoi pada akhir 2022 dan awal 2023,” demikian bunyi laporan tersebut.

Saat ini, Korea Selatan merupakan mitra dagang terbesar ketiga Vietnam setelah Tiongkok dan Amerika Serikat (AS). Sekitar 60 persen dari smartphone samsung diproduksi di Vietnam. Pada Juni 2022, grup tersebut telah menginvestasikan lebih dari USD 20 miliar atau berkisar Rp 289 triliun lebih.

Investasi besar ini sekitar 28 kali lipat dari komitmen awalnya. Selain itu, samsung Electronics juga akan membangun pengecoran chip baru di Amerika Serikat, dan baru-baru ini mengajukan perluasan lahan tambahan. Perusahaan mengklaim akan melipatgandakan kapasitas produksi chip semiconductor pada tahun 2026.

Roh menyebut bahwa samsung berencana untuk menginvestasikan USD 3,3 miliar atau sekitar Rp 49,3 triliun lebih lagi di Korea Selatan. “Kelompok ini juga akan membantu 50 pemasok Vietnam meningkatkan daya saing mereka dan mempromosikan kerja sama dengan universitas dan lembaga penelitian Vietnam,” imbuh laporan tersebut.

Perdana Menteri Vietnam, di sisi lain mengatakan kalau pemerintah Vietnam berkomitmen untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi investor asing seperti samsung dan meningkatkan lingkungan bisnis. “Pemerintah juga akan aktif menangani usulan samsung untuk pelatihan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, sesuai kebutuhan samsung Group,” jelas Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chin.

Dia meminta agar samsung Electronics meneliti dan memperluas produksi semiconductor, salah satu dari tiga pilar, di Vietnam. “samsung telah mengembangkan bisnis yang efisien di smartphone dan peralatan rumah tangga. Produksi semikonduktor akan membentuk rantai tertutup produksi elektronik di Vietnam,” sambung Pham Minh Chin.

Sebagai informasi juga, pada paruh pertama tahun 2022, pendapatan ekspor samsung Vietnam adalah USD 34,3 miliar, naik 18 persen dari periode yang sama tahun lalu. Tujuan grup tahun ini adalah untuk mencapai omset ekspor sebesar USD 69 miliar, setara dengan 20,5 persen dari nilai ekspor barang dagangan Vietnam tahun lalu dan tak heran kalau akhirnya samsung memantapkan rencana investasinya di negara tersebut.

Omong-omong soal chip juga, saat ini pasokan semiconductor di seluruh dunia sedang terhambat. Dikarenakan pandemi Covid-19, permintaan chip yang tinggi oleh berbagai sektor seperti teknologi, otomotif dan manufaktur telah menyebabkan kelangkaan chip.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *